Wisata alam dekat kota Manado

Air terjun Kima Atas

Ada satu lokasi alam menarik yang sangat dekat dari Bandara Manado. Wisata ini adalah sebuah air terjun yang kini ramai dikunjungi warga Manado, namanya air terjun Kima Atas. Air terjun  ini menjadi pilihan wisata bagi masyarakat yang tinggal di bagian utara kota Manado.

Terletak di kelurahan Kima Atas, kecamatan Mapanget, wilayah kota Manado. Hanya membutuhkan waktu 15 menit perjalanan dari Bandara Sam Ratulangi ke air terjun ini. Jika dari pusat kota Manado membutuhkan waktu sekitar setengah jam ke air terjun ini.

Sungai yang membentuk air terjun cukup lebar, air sungainya sangat jernih dan bersih sehingga sangat nyaman untuk mandi dan berenang di air terjun ini. Aliran air terjunnya tidak begitu deras, dan terbentuk kolam yang luas di bawah air terjun.

Pengunjung banyak yang suka meloncat dari atas air terjun yang ketinggiannya mencapai 25 meter. Kolam yang terbentuk di bawah air terjun memang luas dan dalam sehingga sangat asyik untuk untuk berenang. Tapi untuk yang belum jago berenang, mandinya di tepian aja ya, karena kolamnya ini memang cukup dalam.

Air terjun kima atas memang lokasinya masih ditengah hutan yang hijau tetapi akses jalan ke lokasi ini sudah bagus sehingga lokasi ini mudah untuk dijangkau. Pemerintah kota Manado memang telah membangun jalan yang bagus untuk ke lokasi wisata ini.

Untuk berkunjung ke air terjun Kima Atas kita bisa meggunakan sepada motor atau mobil. Dari bandara Sam Ratulangi ke lokasi ini sangatlah dekat. Sepanjang perjalanan kita akan melewati perkebunan kelapa dalam dan kelapa hibrida.

Dekat lokasi ini memang terdapat Balai Penelitian Kelapa yang memang meneliti berbagai varietas tanaman kelapa. Bagi masyarakat kota sangat bagus berwisata ke sini, sambil menikmati udara yang segar kita akan melintasi hutan yang hijau yang memberikan nuansa kesejukan.

Sesekali kita akan menemui perkebunan jagung milik masyarakat setempat. Masyarakat petani di Manado memang suka menanam tanaman jagung.

Ada dua jalur yang bisa dilewati untuk berkunjung ke lokasi air terjun kima atas. Jika dari Bandara Sam Ratulangi  kita bisa melewati desa Mapanget Barat. Dari jalan Koka Bandara kita tinggal berjalan lurus melewati kebun percobaan Balai Penelitian Kelapa.

Sedangkan yang datang dari arah pusat kota Manado, cukup berkendara sampai ke tugu Adipura Kencana dan langsung belok kiri ke arah desa Kima Atas. Rencanakan liburan anda dengan mengunjungi air terjun Kima Atas yang indah.

Air terjun Tunan Talawaan

Ada satu wisata air terjun yang juga sangat terkenal di Sulawesi Utara, yaitu air terjun Tunan. Air terjun ini sangat tinggi dan menjadi salah satu favorit warga Manado dan Minahasa Utara.  Tinggi air terjunnya sampai mencapai 86 meter.

Terletak di desa Talawaan, lokasi air terjun ini sangat ramai dikunjungi saat liburan. Desa Talaawan tidak termasuk wilayah kota Manado, tetapi termasuk dalam wilayah kabupaten Minahasa Utara. Hanya lokasi desa Talawaan memang tidak jauh dari pusat kota Manado.

Bahkan lokasi air terjun ini sangat dekat dari Bandara Sam Ratulangi Manado. Hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit berkendara  dengan mobil dari Bandara Sam Ratulangi ke air terjun Tunan.

Air terjun Tunan memiliki tinggi 86 meter, memang sangat tinggi dan air yang tumpah dari atas sangat deras. Pemandangan alam di air terjun Tunan sangat menawan.

Bagi pencinta adventure air terjun tunan dimanfaatkan untuk lokasi rafling atau meluncur dengan tali dari ketinggian. Tingginya air terjun menjadi tantangan tersendiri untuk memacu adrenalin meluncur dari ketinggian 86 meter.

Dibawah air terjun terbentuk kolam yang cukup luas untuk berenang. Kedalamannya sekitar 1,5 meter sehingga sangat asyik untuk berenang dan menikmati percikan air yang jatuh dari ketinggian.

Air sungai di sini bersih dan jernih karena berasal dari sumber mata air di hutan-hutan di kaki gunung Klabat. Jadi pengunjung tidak usah ragu untuk mandi dan berenang di air yang sejuk dan bersih.

Untuk berkunjung kelokasi air terjun Tunan kita bisa menggunakan kendaraan mobil atau sepeda motor. Setelah tiba di desa Talawaan kita akan berkendara sekitar 20 menit melewati jalan yang agak berbatu sampai ke lokasi.

Di dekat lokasi air terjun telah tersedia lahan parkir, jadi mobil ataupun sepedia motor bisa dibawa sampai lokasi parkir. DarI tempat parkir kita harus berjalan kaki sekitar 800 meter melewati jalan setapak sampai ke air terjun.

Jika berkunjung ke air terjun Tunan saat musim penghujan maka debit air sungainya banyak. Air terjun akan telihat lebih lebar karena air yang jatuh dari ketinggian lebih banyak saat musim hujan.

Di sekitar air terjun kita pasti merasakan suasana alam yang berbeda. Pepohonan yang hijau dan pemandangan air yang jatuh dari ketinggian memberikan sensasi kesejukan.

Pemandangan alam di air terjun Tunan asli keren meskipun  butuh perjuangan untuk mencapainya. Untuk mendekat ke air terjun kita harus melewati jalan setapak yang terjal dan licin, sehingga kita benar-benar harus berhati-hati.

Air Terjun Kali Pineleng

Ada lagi tempat wisata air terjun dekat kota Manado. Namanya air terjun Tahapan Telu Kali. Terletak di desa Kali kecamatan Pineleng, air terjun tahapan telu memberikan pesona alam yang indah.

Air terjun yang terbentuk ada tiga sehinggga dinamakan Tahapan Telu. Air terjun pertama memiliki ketinggian sekitar 15 meter. Air terjun ke-dua memiliki tinggi sekitar 30 meter dan air terjun ke-tiga memiliki tinggi sekitar 60 meter.

Jika kita menempuh perjalanan dari kota Manado ke kota Tomohon, kita akan melewati kecamatan Pineleng. Dari pineleng inilah akses untuk menuju ke desa Kali. Kita akan melewati desa Lota terlebih dahulu, dimana di desa ini terdapat makam pahlawan nasional Tuanku Imam Bonjol.

Jadi mudah saja untuk mencapai tempat wisata ini, ikuti saja petunjuk jalan menuju ke makam Tuanku Imam Bonjol di desa Lota. Dari desa Lota menuju desa Kali jaraknya sudah tidak terlaluh jauh.

Dari desa Lota perjalanan akan membelah hutan rimbah, dengan pepohonan yang besar dan hijau. Jalan yang harus dilalui cukup menanjak dan banyak tikungannnya. Jalan di tengah hutan ini tidak begitu lebar jadi harus berhati-hati dan tidak ngebut agar terhindar dari kecelakaan.

Setelah melewati hutan rimba dengan udaranya yang sejuk, kita akan tiba di desa Kali yang ramai. Mungkin sebagian pengunjung akan kaget saat menemukan sebuah desa yang ramai setelah melewati hutan rimba.

Desa  Kali memang sudah ramai penduduknya. Akses jalan ke desa ini sudah diaspal dengan baik, sehingga untuk mencapai desa ini sudah gampang dengan menggunakan mobil atau sepeda motor.

Yang cukup sulit adalah untuk mencapai air terjun Kali Tahapan Telu. Dari desa Kali siap-siap untuk berjalan kaki. Bagi pencinta trecking ini adalah medan yang pas, karena mencapai air terjun harus berjalan kaki melewati jalan setapak yang cukup jauh jaraknya.

Semakin mendekati air terjun jalan semakin menurun sehingga harus berhati-hati. Suara air terjun yang jatuh dengan keras akan terdengar dari kejauhan. Gunakan sepatu yang nyaman saat berjalan di rute ini agar tidak  mudah terpeleset.

Sampai di lokasi kita akan menemukan panorama alam yang memukau. Air terjun yang bertingkat-tingkat sangat indah dipandang mata. Kita bisa langsung segarnya air dengan  mandi berenang di sungai. Lelah berjalan kakipun terbayar dengan pesona keindahan alam dan segarnya mandi di air terjun  Tahapan Telu Kali.

Gunung Tumpa

Ada satu tempat wisata alam yang cukup menantang dan dekat dari pusat kota Manado, yaitu gunung Tumpa. Gunung Tumpa memiliki ketinggian sekitar 750 meter di atas permukaan laut dan memiki pesona keindahan alam tersendiri.

Gunung ini tidak terlalu tinggi sehingga mudah didaki. Cocok bagi pendaki pemula yang ingin menaklukan puncak gunung dan melihat pemandangan kota Manado dari ketinggian. Terletak di desa Tongkaina, kecamatan Bunaken, gunung Tumpa masih termasuk wilayah kota Manado.

Gunung Tumpa adalah hutan lindung yang di dalamnnya kita bisa temukana berbagai flora dan fauna yang unik-unik. Di kaki gunung masih ditemukan pohon-pohon kelapa yang ditanam masyarakat lokal, tetapi semakin ke puncak yang kita temukan adalan pohon-pohon kayu dan hutan rimba yang lebat.

Jalur jalan menuju ke puncak cukup menantang. Terdapat banyak tanjakan yang tinggi untuk mendaki ke atas. Pemerintah kota Manado telah mengaspal salah satu jalur pendakian sehingga sekarang bisa menggunakan mobil untuk naik ke atas gunung.

Dari puncak gunung, melihat ke arah laut, terlihat pulau Bunaken, Manado Tua, Siladen, Lihaga dan gugusan pulau-pulau kecil membentang di teluk Manado.

Kota Manado dengan bangunan-bangunannya yang berjejer sampai ke arah pinggiran laut terlihat mengagumkan dari puncak gunung Tumpa. Kita bisa menikmati sunrise yang indah di puncak gunung sambil menghirup udara yang segar.

Gunung Tumpa kini telah dijadikan lokasi sport tourism paralayang oleh pemerintah kota Manado. Pemerintah telah mengembangkan lokasi gunung Tumpa sebagai tempat wisata sekaligus tempat olahraga paralayang dengan diadakannya beberapa even kompetisi paralayang.

Karakteristik gunung Tumpa memberi tantangan tersendiri bagi pencinta olahraga paralayang. Disamping itu indahnya pemandangan alam dari atas gunung menjadi daya tarik utama bagi pencinta olahraga paralayang maupun masyarakat umum.

Pemerintah kota Manado telah membuat jalan aspal untuk akses kendaraan menuju puncak. Disamping beberapa tempat perisirahatan dibangun di lereng gunung untuk tujuan pengembangan pariwisata di gunung Tumpa.

Kunjungilah gunung Tumpa saat liburan anda. Dari pusat kota Manado ke arah kacamatan Bunaken melewati jalan raya Bailang-Tongkaina. Jarak dari pusat kota tidak sampai 20 KM untuk mencapai gunung Tumpa.

 

Bersambung >>>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *